Jumat, 04 Juni 2010

Menikmati Liukan Misteri Lost Symbol

Minggu lalu aku jalan-jalan ke Toko Buku Toga Mas. Mencoba untuk menemukan buku sekaligus Novel baru. Tampak beberapa banner dipasang diatas pintu masuk. Novel baru, diskon seumur hidup, Dan Brown; The Lost Symbol – Novel Terlaris di Tahun 2010.

Begitu sumringahnya hatiku, melihat banner itu. Teka teki baru karya Dan Brown muncul lagi. Dari judulnya menunjukan ini adalah sambungan dari Novel sebelumnya: Angel And Demond – The Davinci Code. Segera ku membelinya, pikirku.

Ketika aku menulis artikel ini aku sudah menghabiskan sekitar 40% halaman. Buku yang sangat tebal. Pantas, sesuai dengan bandroll harganya. Aku tidak mau men-jujug ke halaman akhir, karena melihat langsung ke kesimpulan akan menghilangkan seni membaca novel.

Dalam buku ini menceritakan kisah petualangan Robert Langdon – seorang Professor Symbologi dari Harvard University di negerinya sendiri. Amerika. Kisah ini dimulai dari epilog (cirri khas Dan Brown) yang menceritakan sebuah inisiasi tahap ke-33 dari jenjang Freemasonry. Sebuah ikatan persaudaraan misterius yang identik dengan teori konspirasi. Seseorang yang menyimpan ambisi lain untuk mengetahui misteri tertinggi di jenjang Freemasonry di inisiasi pada malam itu.

Pada bab selanjutnya diceritakan bahwa Robert Langdon dihadapkan pada teka teki tangan misteri. Sebuah potongan tangan yang diyakini milik Peter Solomon tergeletak di lantai bawah Gedung Capitol Washington DC. Menurut pemikiran Robert Langdon tangan itu pertanda bahwa di telah diundang oleh Kaum Elit Freemasonry untuk menemukan sebuah pesan penting.

Singkat cerita Robert Langdon Menghadapi berbagai peristiwa yang sangat mencekam. Dikejar-kejar Agen CIA, diapun harus mencari tempat dimana Peter Solomon di sembunyikan, dan terlebih lagi dia harus memecahkan kode rahasia tertinggi Freemasonry.

Novel ini menyajikan kejeniusan Dan Brown dalam menentukan ritme cerita. Dan Brownpun juga mengungkapkan penggalan sejarah yang sangat asing bagi kita. Sederetan Symbol Misteri yang sangat asing diungkapkannya. Tempo yang cepat dengan kejadian-kejadian yang tidak terduga  telah menjadikan pembacanya berdetak-detak dan menerka: Apa yang akan terjadi selanjutnya? Menurutku memang buku ini pantas untuk dibaca dan Bandrol harga 99 ribu sangatlah murah.