Selasa, 25 Mei 2010

Cintailah Netpreneur Tahan Banting

Usaha Kecil dan Mikro menurut beberapa ahli ekonomi merupakan “satgas” yang ampuh dalam membendung krisis ekonomi. Mereka tetap eksis menciptakan lapangan kerja tatkala krisis ekonomi tengah melanda suatu Negara. Bukan hanya di Negara berkembang seperti halnya Indonesia, di Negara maju seperti Amerika pun keberadaan mereka sangat membantu.

Klo saya sendiri menilai dengan teori portofolio yang saya ketahui; “Jangan menaruh butiran telur di satu keranjang yang sama”, maka pendapat diatas sangat masuk di akal. Klo kita punya uang 100 Milyar; kemudian dikelola oleh pengusaha sebanyak 10.000 orang maka resiko bangkrutnya akan lebih kecil jika dibandingkan dengan hanya jika dikelola satu pengusaha saja. Jika satu pengusaha itu bangkrut maka hilanglah ke -100 Milyar uang itu.

Lihat saja berapa orang yang seketika menganggur ketika the “Big Three” raksasa mobil Amerika bangkrut. Dengan hanya tiga perusahaan saja bangkrut, seketika juga lebih dari 100 ribu orang mendadak kehilangan pekerjaan. Bandingkan dengan usaha kecil dan mikro. Jika mereka bangkrut; yang jelas nggak akan mungkin 10.000 orang tadi bangkrut seketika itu juga; berapa orang yang terpaksa kehilangan pekerjaan?

Munculnya berbagai tulisan di internet tentang bisnis online, memunculkan sebuah harapan besar bahwa kedepan jumlah pengusaha baru khususnya di Indonesia akan semakin banyak. Lebih-lebih mereka yang saat ini menggeluti bisnis ini adalah para kaum muda. Mereka para pelajar, mahasiswa dan professional baru. Dan, modal merekapun juga gak terlalu besar.

Cerita tentang anak usia belasan tahun yang menghasilkan ribuan US Dollar perbulan adalah cerita yang jarang dijumpai dimasa lalu. Namun untuk saat ini itu mah udah biasa. Namun, apakah cerita seperti ini pernah di dengar para pejabat pembuat kebijakan? Kalaupun mereka mendengarnya apa yang mereka pikirkan tentang mereka?

Aku jadi penasaran, bagi temen-temen yang sudah mendapatkan uang jutaan dari bisnis internet, pernahkah anda didatangi petugas pemerintah atau pegawai bank? Pernahkah temen-temen penyelenggara bisnis affiliasi ada yang pernah mendapatkan “Penghargaan Upakarti”?

Padahal temen-temen ini melalui bisnisnya telah menciptakan ratusan bahkan ribuan lapangan kerja baru. Menolong para Newbie untuk juga mendapatkan uang. Telah menghasilkan devisa bagi Negara ini. Dengan modal yang kecil lagi?

Seandainya saya jadi Pak RT-nya Indonesia, maka saya akan bikin sekolah bisnis online seperti para penyelenggara bisnis affiliasi. Atau klo mungkin anak buah saya sibuk dan nggak ingin repot-repot saya akan lebih memilih beli lisensi dari penyelenggara. Hasilnya sama mungkin bahkan biayanya lebih sedikit. Atau klo Pak RT juga ingin untung dikomersialkanpun sebenernya juga gak apa-apa.

Apapun alasannya yang jelas untuk menyediakan lapangan kerja bagi rakyat negeri ini tidak harus mengimport korporasi asing yang akan memperbudak rakyat negeri ini. Menurut saya usaha yang kreatif dan inovasi serta penyelenggaraan policy yang bersih dan memihak rakyat itu yang tidak kalah penting. Memeberikan sebuah kesempatan dan penghargaan adalah bukan hanya sekedar lips policy aja namun sebuah kewajiban yang pantas didahulukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar