Sabtu, 22 Mei 2010

Gesang Dengan Keluguannya

Salam Semuanya,

Bengawan Solo
Riwayatmu Kini
Sedari Dulu Jadi....
Perhatian Insani

Begitulah bagian awal dari bait-bait lagu Bengawan Solo yang digubah oleh Gesang. Seorang tokoh keroncong yang tidak hanya dimiliki Indonesia namun juga dicintai oleh Negara Jepang. Seorang pencipta lagu namun tidak begitu mahir memainkan musik.

Foto Gesang
Adalah Gesang dengan keluguannya telah lebih dulu dikenal dunia daripada kita "mungkin?". Walaupun telah menerima berbagai penghargaan dari dunia internasional namun gesang tetap dengan kesahajaannya. Kenapa seseorang yang telah mendunia seperti Gesang tetap begitu-begitu saja? Tidak seheboh Mikel Jacson, John Lenon, Bethoven atau yang lainnya?

Inilah yang menarik bagi saya sehingga terpaksa diriku menulis dalam kesempatan ini.

Menurutku Gesang bukanlah satu-satunya maestro dunia kelahiran Indonesia yang tertelan Jaman. Jujur saja, seberapa kita mengenal Affandi, Basuki Abdullah, dll dibanding dengan Van Goh? Saya sendiri lebih familier Van Goh dibanding dengan nama-nama mereka.

Kira-kira ada dua alasan yang menurut saya Maestro Asing itu lebih dikenal daripada mereka para pribumi.
1. Maketing yang kurang,
2. Mereka-mereka ini memang tidak diberi sebuah penghargaan yang layak.

Indonesia sudah melahirkan banyak sumberdaya manusia yang berprestasi. Juara kontes robot internasional, Juara Olimpiade Sains, Kandidat Astronot, dll. Namun setelah mereka pulang kenegerinya.... ??? Apa rencana selanjutnya dengan prestasi-prestasi mereka itu? Apa cara kita agar prestasi ini bisa menggelinding seperti bola salju, yang semakin lama semakin besar?
Adalah sebuah "?" (tanda tanya besar)  mengapa kita sangat kurang menghargai. Dan, mengapa pula tidak ada tindak lanjut?

Gesang, kini telah tiada. Namun seperti namanya: Gesang, yang berati hidup, karyanya akan terus berjalan mengiringi aliran air bengawan. Usia karyanya mungkin akan lebih lama dibanding usia bangsa ini. Dan kita, mudah-mudahan bisa membuat karya yang lebih bermanfaat yang usia jauh lebih lama dibanding karya Sang "Mestro". Semoga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar