Rabu, 02 Juni 2010

Belajar Untuk Lebih Fokus

Sederetan anak muda memenuhi pandanganku dari kejauhan. Kira-kira ada lima belas orang dengan memakai setelan baju warna putih dengan bawahan abu-abu. Sekitar tujuh laki-laki dan delapan gadis. Dari bet yang menempel di sakunya tampaknya mereka adalah anak-anak SMA.

Waktu menjunjukan pukul 14.15 waktu Nokia. Ehm…. Waktunya pulang sekolah nih anak-anak. Kasihan sekali nih adik-adik jam segini belum ada bis yang mau ngangkut. Blitar…….blitar! Begitu teriak kernet. “Yo…cah sekolah diangkut pisan.” Aba aba rekannya. “Cah limo ae ojo akeh-akeh!” Walaupun cuman terangkut lima orang , paling tidak peluang mereka untuk bisa pulang semakin besar. Sisa diantara mereka kembali duduk-duduk di tepi trotoar.

Pemandangan yang aku alami mungkin pernah juga anda lihat. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang harus nggandol ditepi pintu. Mungkin pula kawan-kawan pernah menjadi pelakunya. Klo aku sih emang tiap hari gitu, itu dulu waktu SMA.

Rasanya gimana kawan? Antara duduk di dalam kendaraan dengan nyaman disbanding nggandol di tepi pintu. Klo aku sih… enakan duduk dengan nyaman. Resiko minim, Nggak khawatir klo kejepit apalagi kecopetan. Trus yang pasti lebih tidak beresiko kena masuk angin.

Ilustrasi diatas sedikit menggambarkan bahwa bekerja sepenuhnya akan lebih memberi kenyamanan dibandingkan separo-separo. Apalagi hidup! Klo kita tidak serius dan focus dalam mengelola hidup maka akan lebih tidak nyaman lagi. Lebih banyak lagi kesalahan-kesalahan yang akan kita lakukan. Sedangkan waktu akan terus berjalan menggerogoti jatah umur kita.

Inti dari tulisan ini adalah bahwa sebetulnya hokum focus dalam bekerja dan menjalankan aktifitas kita bisa dilihat dalam kehidupan keseharian kita. Jika kita masih ada yang tidak nyaman dalam diri kita berarti ada sesuatu kesalahan yang masih kita lakukan. Semoga kita termasuk orang-orang yang focus. Semoga kita termasuk diantara orang yang pandai instropeksi dan mensyukuri pemberian Sang Maha Kuasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar